Terkadang apa yang nampak dari luar tidak seindah
apa yang ada pada kenyataanya. Begitu pula ketika Aku menemukan cinta
pertamaku. Dia nampak begitu menawan dari luar, dengan aura yang begitu hebat
sehingga mampu mengguncangkan hati ini ♥ ƪ(˘⌣˘)ʃ♥Senyumannya yang lembut seakan
menghipnotis diri ini untuk selalu memandanginya, melihat wajahnya yang menawan,
mendengar suaranya yang merdu dan mencium aroma tubuhnya yang khas.
Mungkin bagiku dia adalah narkoba, jika sehari saja tidak bertemu seakan diri
ini menjadi mati rasa. Seakan tubuh ini mulai merasakan sakit. Apa yang terjadi
padaku? Apa ini yang disebut cinta pada pandangan pertama?
Disaat kau tahu Aku adalah pengagum rahasiamu, kau mulai merespon tatapanku.
Dan itu seakan menjadi hari terindah dalam hidupku. Aku melambung begitu
tinggi, tak terhingga dan tak terbatas. Aku tidak bisa mengendalikan diriku
sendiri. Oh tuhan aku bahagia.
Sampai disaat hati kita menyatu, Aku dan Kamu. Seakan bilangan matematika mulai
berubah. Satu ditambah satu sama dengan dua, tapi bagiku satu ditambah satu
sama dengan cinta.
Tapi itu hanya sementara. Sampai saatnya kau berubah menjadi sebuah monster.
Sakiti hatiku hingga remuk diri ini, Tidak Aku salah. Bukan hanya diri ini tapi
hati ini. Kau pergi dengan cinta yang baru. Tinggalkan diriku yang mulai rapuh
tersakiti.
Perih sungguh perih! Bagiku inilah rasa sakit terdalam. Disaat aku tahu kau
bukanlah pangeran tampan yang dulu ku jumpa. Kau hanyalah sebuah monster.
Bahkan kau lebih kejam dari itu. Tak ku sangka kau adalah srigala berbulu domba.
Aku rapuh tak berdaya. Semua cintaku kini telah sirna. Seluruh hati yang ku
berikan padamu kini terbuang sia-sia. Dasar manusia yang tak berotak! Tidak kah
kau tahu, aku merasakan sakit yang amat mendalam. Aku melambung terlalu tinggi,
sampai saatnya aku terjatuh dengan luka yang amat perih.
Aku berusaha tegar. Kini hati ini telah menjadi potongan-potongan kecil. Tapi
aku berusaha menyatukannya. Sampai saat ini bisa menyatu hanya tinggal
goresan-goresan luka akibat ulahmu. Luka ini tak bisa hilang, mungkin sampai
saat Aku melupakan semua kenangan kita, lambat laun Aku melupakanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar