Sabtu, 24 Maret 2012

Cinta Pertama Ku (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎

Terkadang apa yang nampak dari luar tidak seindah apa yang ada pada kenyataanya. Begitu pula ketika Aku menemukan cinta pertamaku. Dia nampak begitu menawan dari luar, dengan aura yang begitu hebat sehingga mampu mengguncangkan hati ini ♥ ƪ˘)ʃ♥Senyumannya yang lembut seakan menghipnotis diri ini untuk selalu memandanginya, melihat wajahnya yang menawan, mendengar suaranya yang merdu dan mencium aroma tubuhnya yang khas.
                Mungkin bagiku dia adalah narkoba, jika sehari saja tidak bertemu seakan diri ini menjadi mati rasa. Seakan tubuh ini mulai merasakan sakit. Apa yang terjadi padaku? Apa ini yang disebut cinta pada pandangan pertama?
                Disaat kau tahu Aku adalah pengagum rahasiamu, kau mulai merespon tatapanku. Dan itu seakan menjadi hari terindah dalam hidupku. Aku melambung begitu tinggi, tak terhingga dan tak terbatas. Aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Oh tuhan aku bahagia.
                Sampai disaat hati kita menyatu, Aku dan Kamu. Seakan bilangan matematika mulai berubah. Satu ditambah satu sama dengan dua, tapi bagiku satu ditambah satu sama dengan cinta.
                Tapi itu hanya sementara. Sampai saatnya kau berubah menjadi sebuah monster. Sakiti hatiku hingga remuk diri ini, Tidak Aku salah. Bukan hanya diri ini tapi hati ini. Kau pergi dengan cinta yang baru. Tinggalkan diriku yang mulai rapuh tersakiti.
                Perih sungguh perih! Bagiku inilah rasa sakit terdalam. Disaat aku tahu kau bukanlah pangeran tampan yang dulu ku jumpa. Kau hanyalah sebuah monster. Bahkan kau lebih kejam dari itu. Tak ku sangka kau adalah srigala berbulu domba.
                Aku rapuh tak berdaya. Semua cintaku kini telah sirna. Seluruh hati yang ku berikan padamu kini terbuang sia-sia. Dasar manusia yang tak berotak! Tidak kah kau tahu, aku merasakan sakit yang amat mendalam. Aku melambung terlalu tinggi, sampai saatnya aku terjatuh dengan luka yang amat perih.
                Aku berusaha tegar. Kini hati ini telah menjadi potongan-potongan kecil. Tapi aku berusaha menyatukannya. Sampai saat ini bisa menyatu hanya tinggal goresan-goresan luka akibat ulahmu. Luka ini tak bisa hilang, mungkin sampai saat Aku melupakan semua kenangan kita, lambat laun Aku melupakanmu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar